Makarizo sebagai perusahaan bergerak di bidang beauty care, konsisten dalam memajukan dunia kecantikan khususnya rambut. Hal ini termasuk memberikan dukungan kepada profesional salon dalam mengembangkan karir dan usahanya.

Seminar Makarizo mengandeng ICD Indonesia bertajuk ‘Vision of The Elite’ merupakan rangkaian dari Makarizo Education Roadshow lebih dari 100 kota di Indonesia. Kehadiran Makarizo sebagai pendukung kegiatan ICD sebagai bentuk apresiasi, dukungan bagi kemajuan para hairdresser juga para profesional salon. ICD suatu organisasi penata rambut dunia yang beranggotakan para penata rambut seluruh dunia. Seminar ini diselenggarakan 8 Mei lalu di Matraman Ballroom, Sheraton Mustika, Jogyakarta. Dihadiri lebih dari 250 para profesional dan praktisi salon, di antaranya Lina (Jogya House of Beauty, Yogyakarta), Nur Wijayanti, SE (Marketing Martha Tilaar Salon Day SPA, Yogyakarta), Hetty Kosasih (Hetty Hair, Bandung), Hettie (Hettie Salon, Bandung).


Seminar yang dipandu Tommy MC yang sudah terbiasa membawakan beberapa event khusus hair trend ini dimulai sejak pukul 10.30 WIB. Peserta salon yang sudah berdatangan sejak pagi sepertinya tidak mau tertinggal setiap detik moment dari event yang di sponsori oleh Makarizo. Acara  dibuka dengan penampilan opening dancer Triple X Dancer. Lalu, kata sambutan secara bergantian dimulai dari Pieter Lim (President ICD Indonesia), Rudy Hadisuwarno (Founder ICD Indonesia), Dwi Budi Sartono (General Affair ICD Indonesia), serta sambutan hangat dari Martin Jimi (Direktur PT Akasha Wira International, Tbk). “Berangkat dari semangat menciptakan peluang bagi para hairdresser untuk lebih berkembang dan memiliki jaringan baik nasional maupun internasional dalam pengembangan karirnya dibutuhkan satu kegiatan. Seperti Makarizo lakukan kini,” tutur Martin Jimi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kegiatan seminar ini semacam edukasi para anggota ICD di hadapan para profesional salon. Tujuannya menyebar-luaskan  tren, meningkatkan pengetahuan dan bahan motivasi hairdresser meningkatkan kemampuannya. Acara berikutnya, demo styling bertema freedom, hairdresser muda dengan berlatar-belakang di pantai. Mereka adalah Foundation Guillame Indonesia (Diana Hadisuwarno, Sonny Soesanto, Astrid Agni Wahjuno, dan Rissa Mariana Gunadarma). Selanjutnya, parade ready model dari kreasi Pieter.

Demo cutting dan styling dari Robert Jahja sebagai anggota ICD Surabaya sekaligus pemilik Clippers Salon, Surabaya membawakan gradasi warna merah yang merona. Didampingi Lenny Tim Artistik Makarizo, Peter membuat guntingan bob asimetris, dengan paduan warna kontras Merah dan Hitam.

Sebagai perusahaan yang selalu berinovasi, Makarizo terus memperbaharui baik produk maupun alat stayling dengan menggunakan teknologi terkini. Dan di saat yang sama, Makarizo meluncurkan Makarizo Vitanioca yaitu catok terbaru yang mengadopsi teknologi terdepan. Dibawakan langsung oleh Ferina Hartandi (Junior Product Manager Makarizo Rebonding System). Yang membedakan catok sebelumnya dengan catok Vitanioca dituturkan Ferina bahwa Makarizo Vitanioca tercipta dengan teknologi terbaru dan desain yang di rancang sangat eksklusif, dengan mengedepankan keamanan dan kenyamanan sehingga menghasilkan hasil akhir yang maksimal.

“Makarizo Vitanioca memiliki Ceramic, Anion dan Titanium dengan mengadopsi teknologi terkini. Ceramic adalah bahan yang membuat proses pemanasan yang lebih cepat dan juga dapat menghasilkan Anion atau ion negatif bila dipanaskan. Anion mampu memberikan efek hidrasi sehingga membuat rambut kembali pada keseimbangan alaminya. Hasil Rebonding semakin sempurna dengan adanya Titanium plat. Karena Titanium plat memiliki suhu yang stabil dan merata panasnya,” papar Ferina.

Setelah peluncuran Makarizo Vitanioca usai, acara semakin semarak dengan hadirnya ICD Makarizo Indonesia yang melakukan demo styling. Fourlen Diana, Yani, Shaly Lyo, dan Lili Limoy membawakan kreasi styling dengan memadukan warna-warna pilihan dari Concept Makarizo. Koleksi warna terinspirasi oleh koleksi ICD World Paris dan hasil modifikasi tren warna rambut Makarizo.

Kemudian, demo cutting dan styling dilanjutkan oleh Lina Tanubrata ICD Jogyakarta sekaligus pemilik New Topsy Salon Jogyakarta. Masih bertemakan ‘Freedom’, guntingan pendek ala Lina memberikan kesan ‘fredom’ dan bisa menjadi inspirasi.

Demo akhir yang tak kalah menarik adalah cutting dan styling oleh Pieter Lim. President ICD Indonesia menampilkan guntingan Bob, teknik vertikal diagonal section dengan pengangkatan cukup rendah. “Temanya Primary Freedom, kreasi saya didemokan rambut seperti one line, dengan samping one line, dan belakang vertikal diagonal harus hati-hati agar mendapatkan kepanjangan yang sama. Harus diperhitungkan akurat sehingga nyambung ke samping. Di sisi belakang sedikit gradasi cukup rendah. Teknik cutting Point Cut memperhalus ujung-ujung rambut, dan menggunakan warna hangat seperti coklat hangat, pantulan dengan Ungu dan Violet,” ungkapnya.

Acara yang berlangsung hampir 5 jam ini berlangsung sangat sukses dan meriah. Parade model dari masih-masing pengisi acara baik dari GIOM maupun ICD mengakhiri seminar yang ditutup dengan foto bersama serta pemberian sertifikat oleh pak Martin Jimi kepada Pieter Lim, Lina Tanubrata dan Robert Jahja. Dan agenda makan malam di rumah makan Umah Duwur seakan menjadi bentuk rasa syukur atas keberhasilan event yang berlangsung saat itu.